Denar

Rabu, Februari 27 No Comments »



Aku duduk diam sendirian didepan kafe tempat dulu kita sering bertemu. Jikalau bukan karena acara ulang tahun sahabatku dikafe ini, tentu sebisa mungkin aku menghindari untuk kembali berada disini. Terlebih lagi, suasana saat ini begitu membuat diriku kembali mengingat dirimu.. Ya, Dirimu! Cuaca yang sedikit lembab dengan menyisakan sisa-sisa air hujan yang masih tampak jelas disekitarku. Walau sinar mentari sudah mulai menggeliat, tapi udara yang kurasa masih sangat sejuk. Terlebih lagi aroma khas setelah usai hujan yang begitu segar menyeruak di indra penciumanku ini. Aku langsung bergetar, bukan yang lebih tepat hatiku yang bergetar. Hatiku bergetar mengingat dirimu kembali berada dipikiranku. Aku kembali berusaha mengingat dan menghitung waktu kapan terakhir kali kita duduk mengobrol dikafe ini. Dan ternyata itu sudah hampir 2 tahun yang lalu.

Aku bingung dengan diriku. Dan terkadang aku lebih menganggap diriku ini bodoh. Bukannya karena apa, masalahnya aku sering menasehati sahabat-sahabatku untuk bisa move on kedepan. Melupakan masa lalu yang masih menyangkut. Tapi aku? Melupakanmu adalah hal yang paling sulit aku lakukan. Bayanganmu selalu hadir disetiap hari-hariku. Aku rasa.. aku terkena kutukan cinta denganmu. Jikalau saja aku tahu penangkal kutukan ini, pasti sudah kulakukan dari dulu.

Hai kamu yang ada diatas sana! Kamu yang bernama Denar, lelaki yang telah memberikan kutukan ini kepadaku. Mengapa kamu pergi begitu saja tanpa memberi tahukan dulu cara penangkalnya. Aku disini merasa sepi sendirian tanpa dirimu. Terlebih lagi, sekarang ini aku berada ditempat favorit kita. Aku rindu kamu.. rindu banget sebanget-bangetnya. Aku rindu caramu melihat diriku. Senyumanmu ketika melihat aku meniup poni rambutku dengan mulutku sendiri. Dan yang terlebih lagi, hanya kamu saja yang tahu bahwa aku benar-benar suka ketika band musik dikafe ini menyanyikan lagu Christian Bautista yang berjudul ‘The way you look at me’..

Denar, bantu aku dari atas sana ya! Aku tahu kamu sudah bahagia bersama bidadari-bidadari disurga sana. Aku tidak mau mengusikmu lebih jauh lagi. Bantu aku untuk tetap bisa berjalan dengan baik dipermukaan ini. Aku yakin, aku bakal menemukan semangatmu didalam orang lain. Orang yang kelak akan membuatku bahagia, seperti yang kamu lakukan dahulu.. I miss you, Denar.

Kawin Lari

Kamis, Februari 14 No Comments »

Aduh, sebenarnya antara bingung, ragu, resah dan gelisah buat nge-publish postingan satu ini. Soalnya rada-rada kurang kerjaan, gak jelas, dan ngebuka aib sendiri (mengenai suara dan permainan gitarnya). Tapi ini adalah salah satu bentuk kreatifitas saya yang kalau gak di-publish sayang banget. Kalau kata orang infotainment itu ‘dibuang sayang’..

Tapi, gakpapadeh.. blog saya kan pengunjungnya sedikit. Terus, daripada bikin sampah di handphone, mending di-publish diblog aja. Syukur-syukur ada yang terhibur, merasa senang dan akhirnya saya akhirnya juga dapat pahala. Terus, masuk surga.. hahahaha..

Secara gak sengaja, entah dapat inspirasi darimana, yang jelas lagu ini bisa tercipta begitu aja. Lagu ini saya beri judul ‘KAWIN LARI’.. Eitttsss!!! Tapi lagu ini bukan dari pengalaman pribadi saya ya. Ini murni dari daya imajinasi saya doang! -____-


Ini ilustrasi EKSPRESI dan GAYA saya pada saat menyanyikan lagu ini:
"Keren" :)

Ini Liriknya:
'KAWIN LARI'

Tahukah dirimu, Betapa dalam,
Cintaku padamu..
Dalamnya sedalam, Lautan samudra,
Atlantik..

Aku tak bisa, Pergi-pergi jauh,
Dari dirimu..
Ayo saja kita, Lekas saja kita,
Resmikan semua..

Reff:
Tapi sungguh sayang, cinta kita ada penghalang..
Orang tua kita, tidak merestuinya..
Ayok, kalau berani
Kita kawin lari

Back to #, Reff.

Ini Lagunya:

Maassson - Kawin Lari by maassson

Ini linknya kalo gak muncul: https://soundcloud.com/maassson/maassson-kawin-lari

Peralatan merekam: Gitar bolong dan hape Nokia 5800XM... 

Valentine day, 14 Februari 2013, 2 Bulan!

Rabu, Februari 13 No Comments »


Tanggal 14 Februari selalu identik dengan yang namanya hari valentine, hari kasih sayang. Di Indonesia, budaya valentine bukan merupakan budaya asli sehingga perayaannya hanya merupakan optional saja. Bagi yang mau merayakan monggo, bagi yang tidak juga gak ada masalah. Terserah – terserah saja J.

Banyak kontraversi seputar hari valentine ini. Terlebih lagi, mendekati hari tersebut, broadcast di bbm saya isinya tentang menolak untuk merayakan hari valentine tersebut karena latar belakang sejarahnya. Karena, konon, menurut isi broadcast bbm yang saya terima, hari valentine didasari oleh pastor yang meninggal bunuh diri karena cinta yang tak sampai. Ah, whateverlah, saya gak perduli dari semua itu. Jujur, saya juga dulu pernah merayakan bareng pacar waktu dulu masih SMA. Yang saya lakuin waktu itu adalah, hanya untuk menikmati momen-momen spesial saja. Gak ada maksud apapun. Lagipula saya orangnya openminded, gak mau berpikiran picik dan dangkal. Santai sajalah..

Terus, dihari valentine tahun ini ada yang spesial? YA! Ada!

Tanggal 14 Februari adalah tepat putri pertama saya berusia 2 bulan. Sungguh momen spesial buat saya. diusia 2 bulan ini sudah banyak yang perubahan yang terjadi. Gendhis rambutnya tambah lebat dan panjang, pipinya makin montok, dan yang satu hal yang bikin saya tertawa geli. Gendhis suka kentut dengan volume yang nyaring.. hahahaha… lucu banget kalau dengar Gendhis kentut. Oiya satu lagi, Gendhis sudah bisa tertawa, entah tertawa karena apa, dan kalau tertawa kami juga ikut tertawa.

Akhirnya saya tahu dan mengerti bagaimana rasanya menjadi orang tua. Terlebih lagi menjadi ayah. Bahagia rasanya. Genhdis, mamanya Gendhis A.S.K (Aku Sayang Kalian). #Love #2bulan #valentineday



Keringat

Rabu, Januari 9 No Comments »

Satu bulir air mengalir dari leher bagian bawahku turun ke area dada
Dadaku tidak berbentuk bidang kekar
Tapi dari bulir air yang satu itu
Kini diikuti oleh bulir-bulir air yang lain.

Mereka turun dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah
Yang awalnya satu kini menjadi banyak dan bertambah
Makin aku nikmati, makin banyak dia ada

Sekarang timbul titik-titik air seolah mata air
Basah, kini makin basah semua
Biar saja!
Toh, aku menikmatinya.

Tubuhku panas, dia ada
Membuatku merasa nyaman
Walau akhirnya, entar aku harus membuangnya
Dan kuhapus tanpa meninggalkan jejak
Selain perasaan gerah dan nyaman....

Obrolan Acak Adut

Baca selengkapnya » | Rabu, Januari 2 No Comments »



Aku punya seorang teman, satu rekan kerja disebuah institusi namun beda departemen dan profesi. Ketika suasana mood turun drastis dan mendekati titik jenuh yang membosankan, aku selalu menemui dia. Pribadinya yang menyenangkan dan suka bernyanyi menjadikan semua keadaan bisa kembali normal kembali. Canda tawa riuh, serta obrolan ringan khas "pria" menjadi hiburan yang menghibur. Dan mungkin bisa mengalahkan hiburan mahal di mall-mall kota-kota besar, itu menurutku.

"Mo, malam ini ada yang kamu ingin ceritakan gak?" Tanyaku disela-sela acara nonton tv bareng dikamar.
"Hmm.. Apa ya? Tanyanya, sambil memegang hape blackberry kesayangannya.
"Yaa, terserah kamu, apa kek. Pokoknya yang bikin kamu kalo cerita itu enak." Pintaku sambil melihat dirinya yang kini mulai serius memandang sebuah sudut kamar. Sekilas pandangannya seolah-olah menerawang pada suatu ingatan yang mungkin telah lama tersembunyi dalam memori otaknya.
"Baiklah, aku akan coba cerita pengalaman pertamaku jatuh cinta pada seorang cewek."
"Haa?! Serius lo! Tapi bolehlah.. Hii..hiihi.." Tawa kecilku sedikit menghiasi obrolan itu.
"Mas, aku dulu suka banget sama cewek waktu kelas 6 SD. Ntah, darimana aku bisa suka. Dulu dalam ingatanku, kalau aku dekat dengannya ada semacam perasaan senang."
"Aneh juga kamu tuh."