Metamorfosa

Kamis, Maret 8 No Comments »

Mukadimah:
"Gak terasa udah menginjak umur yang ke 26 tahun. Wow, udah lebih seperempat abad kawan! Alhamdulillah sudah diberi umur untuk menikmati kehidupan sampai detik ini.."


Metamorfosa

Tulisan ini sengaja dibuat sebagai rasa ungkapan rasa bersyukur, ajang koreksi diri dan tempat untuk berbagi. Siapa duga, banyak hal-hal indah yang dilalui hingga detik ini meskipun rasa sedih dan duka ikut menyertainya. Metamorfosa adalah sebutan saya untuk sebuah masa transisi ke dunia selanjutnya. Masa-masa dimana saya harus bisa melihat kembali apa yang telah terjadi pada kehidupan saat ini dan melakukan hal-hal yang baru. Sungguh!, banyak hal-hal yang telah terjadi, antara lain:

Aku sudah menikah !!!
Alhamdulillah, aku sudah menemukan pelengkap diriku yang membuat aku merasa sempurna. Kawan, menikah itu tidaklah mudah, butuh kesiapan mental dan tanggung jawab yang besar setelah mengucapkan ijabkabul. Engkau harus bisa memberikan rasa aman, kebahagiaan serta nafkah kepada pasanganmu. Sungguh, bukan sesuatu yang dibuat untuk main-main!. Nah, disinilah masa dimana perubahan telah terjadi, dari sifat bujang yang bebas dan terserah maumu berubah menjadi masa yang bertanggung jawab. Tapi aku beruntung, setelah aku menjalaninya tak ada rasa beban berlebih, aku malah menikmatinya mungkin karena kami selalu terbuka dan berbagi semuanya.

Aku sudah mendapat Gelar Sarjana !!!
Mungkin, ini bukanlah akhir tapi adalah sebuah permulaan. Meskipun gelar kesarjanaan ini tidak relevan dengan pendidikan akademi yang sebelumnya saya tuntut, tapi saya bangga. Disini saya bisa menambah teman dan bisa menambah grade pengetahuan saya. Saya yakin, ini adalah salah satu mozaik dari kehidupan saya yang masih belum tersusun rapi.

Aku sudah banyak memiliki keponakan !!!
Entah kenapa tiba-tiba saja tersadar, bahwa sebutan saya yang dulu dipanggil "mas" sekarang menambah dengan sebutan "om". Lucu memang, dulu saya waktu kecil sering memanggil beberapa keluarga saya dengan sebutan om dan saya sekarang sudah mendapat panggilan itu. Mungkin tanpa saya sadari, saya telah berhak mendapat panggilan itu. Disini masa dimana saya masih cuek dan bersifat bebas karena masa bujang telah berubah menjadi sosok yang harus bisa menjadi contoh atau panutan bagi keponakan-keponakan saya.

Sebetulnya masih banyak lagi yang bisa dijabarkan, tapi biarlah disudahi dulu sampai sini. Ucapan terima kasih-ku kepada keluarga, teman dan sahabat-sahabat yang masih mengingat aku. Meskipun aku bukanlah orang yang sempurna yang mungkin dulu pernah menyakiti kalian, tapi aku berharap agar silahturami kita bisa terus berlanjut. Kita bukan lebih dari teman, sekarang kebanyakan dari kita adalah keluarga.. Hopefully..

Penutup:
Thanks berat buat istri yang mengucapkan ultah di tepat jam 00.00, I love u..
Terima kasih buat teman dan sahabat-sahabat yang mengucapkan selamat ultah baik melalui BBM, FB, Twitter, SMS dan secara langsung. Maaf tidak bisa membalas ucapan kalian dan mungkin tulisan ini lah yang bisa membalas kalian semua.. Kita Sahabat...

Giring: Banting Aku Mak!

Baca selengkapnya » | Sabtu, Februari 11 2 Comments »


"Ring.. Oii.. Ring, bangun!!!" Teriak Emak dari balik pintu kamar.
"Ring, BANGUNNNN!!!" Teriak Emak makin kencang.
"Kruaaaakkk.. Glodeeerrr.. BRUUUUKKK...!!!" Bunyi pintu Giring yang tiba-tiba saja jatuh setelah ditendang Emak dalam satu kali gerakan.
"Huaaaaa... Apa ituuu!!??" Giring kaget bukan kepalang. Dengan kondisi satu mata yang masih dalam keadaan merem, Giring berhasil bergerak cepat, berdiri dengan sigap bagai seseorang yang telah lama berguru silat pada om Bruce Lee.
"Ring, kamu ini! Tidur kok susah betul dibangunin!" Teriak Emak sambil mendekati Giring.
"Giii..iiringg, keeca-pee-aan mak" jawab Giring dengan tergagap khas Aziz Gagap.
Giring berlari menjauh dari Emak. Giring takut, Emak bukanlah sembarang Emak. Konon kabar dari buyut, Emak sempat berlatih ilmu beladiri dengan tingkat keahlian sudah setingkat master. Giring sangat takut kepada Emak. Setakut-takutnya Giring pada dosen yang paling killer di kampusnya, Emak lah yang paling Giring takutin. Giring makin terpojok di sudut kamarnya. Kali ini, matanya sudah terbuka semua bahkan lebih terbalak tapi iler kering masih tetap menempel aman di sekitar bibir. Dengan singgap Emak berhasil menarik tangan Giring. Giring pasrah, asli pasrah bagaikan ayam yang sudah pasrah hendak di sembelih oleh algojo ayam dipasar. Giring tidak melawan, bukan lantaran Giring tidak kuat. Tapi memang Giring telak kalah ilmu persilatannya. Hasil ilmu yang didapat dari laga silat om Bruce Lee yang didapat dari menontonan film pun seolah tak berarti apa-apa. Ilmu Emak yang konon asli turunan dari ilmu kuno daerah Banten jauh melebihi semuanya.

Nanar

Baca selengkapnya » | Jumat, Februari 10 No Comments »

Malam ini udara di rumah terasa panas sekali, tak ada yang bisa kulakukan selain duduk diteras. Hanya segelas kopi susu yang ikut menemani diriku melamun duduk didepan teras. Banyak hal yang aku pikirkan, mulai dari urusan pekerjaan, keluarga bahkan sampai asmara percintaanku.

Aku tinggal jauh dari orang tua hidup merantau karena pekerjaan yang memaksaku demikian. Aku tinggal dirumah kontrakkan dengan hanya seorang diri karena memang aku lebih memilih untuk tinggal sendiri daripada tinggal berpatungan dengan teman. Sebuah kebebasanlah yang kujadikan alasannya.

Aku mencintaimu, karena engkau melengkapiku

Baca selengkapnya » | Selasa, Agustus 9 No Comments »


Judul aslinya I love "NOW"

Ini adalah tulisan dari Ratih Maya Sari (yang insya Alloh akan menjadi istri saya)
Sebuah ungkapan dari hatinya, semoga bisa menginspirasi kalian

Duluuuuu aku pernah menjalin hubungan yang sangat berat....namanya wanitaaaaa yang berpikirrr hanya dengan perasaan..

Duluuuuu aku rasa dialah jodohku, pelabuhan terakhirku, tapiiiiii ternyata apa yang menurut kita baik belum tentu menurut orang tua, keluarga, teman juga baik, lebih-lebih Alloh SWT.

Duluuuuu aku pernah memaksakan kehendakku padahal aku tahu itu salahhh. Aku mencoba untuk bertahan tapi sangattttt berattt. Dan yang kudapat hanyalah air mata, hidup yang selalu was was tidak tenang...

Duluuuuu berat memang melupakannya dan sangat sulit untuk berkata pisah, tapiii mau tidak mau, suka atau tidak suka, aku harus lakukan itu demi keutuhan keluargaku. Realita hidup yang memang seharusnya aku tidak memaksakan kehendakku. Bersyukur hubungan sebelumnya dapat berakhir dengan damai karena hubungan kami dimulai dengan baik-baik dan berakhir dengan baik-baik.

Renungan Wanita

Baca selengkapnya » | Minggu, Juli 3 No Comments »

Sore itu,, menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar.. seorang 'akhwat' (muslimah/wanita) datang, tersenyum dan duduk disampingku, mengucapkan salam, sambil berkenalan dan sampai pula pada pertanyaan itu. “ 'anty' (sebutan untuk perempuan muslimah) sudah menikah?”. “Belum mbak”, jawabku. Kemudian akhwat itu bertanya lagi “kenapa?” hanya bisa ku jawab dengan senyuman.. ingin ku jawab karena masih kuliah, tapi rasanya itu bukan alasan.

“Mbak menunggu siapa?” aku mencoba bertanya. “nunggu suami” jawabnya. Aku melihat kesamping kirinya, sebuah tas laptop dan sebuah tas besar lagi yang tak bisa kutebak apa isinya. Dalam hati bertanya-tanya, dari mana mbak ini? Sepertinya wanita karir. Akhirnya kuberanikan juga untuk bertanya

“Mbak kerja di mana?”, entahlah keyakinan apa yang meyakiniku bahwa mbak ini seorang pekerja, padahal setahu ku, akhwat-akhwat seperti ini kebanyakan hanya mengabdi sebagai ibu rumah tangga.

“Alhamdulillah 2 jam yang lalu saya resmi tidak bekerja lagi” , jawabnya dengan wajah yang aneh menurutku, wajah yang bersinar dengan ketulusan hati.

“Kenapa?” tanyaku lagi.

Dia hanya tersenyum dan menjawab “karena inilah cara satu cara yang bisa membuat saya lebih hormat pada suami” jawabnya tegas.

Aku berfikir sejenak, apa hubungannya? Heran. Lagi-lagi dia hanya tersenyum.

Ukhty, boleh saya cerita sedikit? Dan saya berharap ini bisa menjadi pelajaran berharga buat kita para wanita yang Insya Allah akan didatangi oleh ikhwan yang sangat mencintai akhirat.